Selasa, 31 Oktober 2017

TAPANULI TENGAH , JUMLAH USAHA MELESAT 4 PERSEN

Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Sumatera Utara telah merilis angka jumlah usaha hasil Sensus Ekonomi 2016 (SE 2016). Bak anak ayam keluar dari cangkangnya. Angka hasil SE 2016 telah dinanti-nantikan oleh banyak orang khususnya pemerintah, pengusaha, dan akademisi. Jumlah usaha SE 2016 di Tapanuli Tengah sebanyak 25.846 usaha. Dengan kata lain tahun 2016, jumlah usaha SE Tapanuli Tengah naik 4 persen dibandingkan SE 2006.
Jumlah usaha hasil SE 2016 didominasi oleh Usaha Mikro Kecil (UMK) dibandingkan Usaha Mikro Besar (UMB). Kontribusi jumlah UMK di Tapanuli Tengah sebesar 99 persen dibandingkan jumlah usaha total hasil SE2016 dan sisanya 1 persen adalah UMB. Jumlah usaha UMK adalah 25.689 usaha dan UMB adalah 157 usaha. Seiring dengan hal tersebut, jumlah tenaga kerja yang terserap di UMK sebesar 90 persen atau 46.494 orang. Sisanya, 10 persen sebagai tenaga kerja perusahaan UMB.
Salah satu penggerak roda perekonomian di Tapanuli Tengah adalah sektor perdagangan besar dan eceran, reparasi dan perawatan mobil dan sepeda motor. Dimana jumlah usaha sector ini 48 persen dibandingkan sector lain atau sebanyak 12.514 usaha. Sektor perdagangan besar dan eceran, reparasi dan perawatan mobil dan sepeda motor telah menyerap tenaga kerja sebanyak 17.068 orang. Dengan kata lain, rata-rata jumlah tenaga kerja di sektor perdagangan besar dan eceran, reparasi dan perawatan mobil dan sepeda motor adalah 1 hingga 2 tenaga kerja per usaha.
Sektor pengadaan listrik, gas, uap/air panas dan udara dingin merupakan sektor yang menonjol di Tapanuli Tengah. Sektor ini menyerap tenaga kerja paling banyak dibandingkan sektor lain. Meskipun hanya memiliki jumlah usaha 36, namun memiliki jumlah tenaga kerja sebanyak 520 orang. Hal ini disebabkan karena terdapat Usaha Mikro Besar (UMB) sektor pengadaan listrik, gas, uap/air panas dan udara dingin yang telah menampung penduduk usia produktif untuk bekerja.
Sektor penyediaan akomodasi dan penyediaan makan minum memiliki daya saing yang rendah. Padahal sektor tersebut memiliki potensi menjadi stimulus melonjaknya pertumbuhan ekonomi di Tapanuli Tengah. Sektor penyediaan akomodasi dan penyediaan makan minum merupakan salah satu sektor unggulan namun termasuk sektor yang lamban. Hal ini disebabkan karena sektor ini tidak mampu bersaing dengan daerah di sekitarnya sehingga memiliki pergerakan yang lamban.
Sektor konstruksi merupakan salah satu sektor unggulan dilihat dari jumlah tenaga kerja dan merupakan sektor progresif. Hal ini dikarenakan sektor konstruksi memiliki daya saing yang tinggi dan sangat berperan di Tapanuli Tengah. Sektor konstruksi memberikan nilai tambah yang cukup tinggi terhadap perekonomian Tapanuli Tengah. Selain itu sektor konstruksi telah menyerap tenaga kerja yang cukup banyak dimana rata-rata 1 usaha sektor konstruksi menyerap 11 hingga 12 tenaga kerja. Jumlah usaha sektor konstruksi adalah 129 dengan jumlah tenaga kerja 1.460 orang.
Sektor industri pengolahan termasuk usaha dengan jumlah terbanyak ketiga di Tapanuli Tengah. Jumlah usaha sektor industry pengolahan sebanyak 2.568 usaha. Rata-rata setiap usaha sektor industry pengolahan memiliki jumlah tenaga kerja 2 hingga 3 orang. Adapun jumlah keseluruhan tenaga kerja sektor industri pengolahan adalah 6.814 orang.
Padi masak jagung mengupih, ibarat mendapatkan dua keuntungan sekaligus. Tapanuli Tengah harus mampu memanfaatkan peran sektor unggulan yang masih memiliki pergerakan lamban. Selain itu, upaya meningkatkan daya saing usaha di semua sektor harus digalakkan. Karena Tapanuli Tengah memiliki potensi usaha yang sangat baik.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar