Sarana kesehatan di Kabupaten Serdang Bedagai tahun 2012 meliputi 6 rumah sakit, 20 puskermas, dan 9 rumah bersalin. Rumah sakit terletak di Kecamatan Tebing Tinggi sebanyak 1 rumah sakit, 1 rumah sakit di Kecamatan Sei Rampah, 1 rumah sakit di Kecamatan Sei Bamban, dan 3 rumah sakit di Kecamatan Perbaungan. Adapun rumah bersalin tersebar di beberapa kecamatan yaitu 1 rumah bersalin di Kecamatan Dolok Masihul, 1 rumah bersalin di Kecamatan Tebing Tinggi, 1 rumah bersalin di Kecamatan Sei Rampah, 5 rumah bersalin di Kecamatan Perbaungan, dan 1 rumah bersalin di Kecamatan Pegajahan. Puskesmas tersebar di seluruh kecamatan di kabupaten Serdang Bedagai.
Sarana kesehatan didukung oleh adanya tenaga kesehatan. Banyaknya tenaga kesehatan di Kabupaten Serdang Bedagai tahun 2012 ada yang mengalami penambahan dan ada yang mengalami penurunan. Jumlah dokter umum meningkat dari 107 menjadi 116 dokter, Banyaknya dokter gigi menurun dari 34 menjadi 33. Jumlah bidan meningkat dari 251 menjadi 261.
Jumlah perawat mengalami penurunan dari 133 menjadi 129. Sedangkan jumlah perawat gigi mengalami kenaikan dari 11 menjadi 18.
Penolong kelahiran terakhir adalah tenaga kesehatan yang menolong ibu melahirkan saat terakhir akan melahirkan. Penolong kelahiran tahun 2012 mengalami pergeseran dimana semakin banyak ibu melahirkan yang ditolong oleh dukun atau meningkat dari 2,93 persen menjadi 4,82 persen. Penolong kelahiran terakhir oleh dokter menurun dari 14,93 persen tahun 2011 menjadi 13,54 persen tahun 2012. Adapun penolong tenaga kesehatan terakhir oleh bidan mengalami penurunan dari 80,50 persen menjadi 80,43 persen. Adapun penolong kelahiran terakhir oleh family di tahun 2012 sudah tidak ada lagi dimana pada tahun 2011 sebanyak 0,79 persen.
Kasus penyakit terbanyak di Kabupaten Serdang Bedagai tahun 2012 adalah Infeksi akut pada saluran pernapasan atas sebanyak 31 persen, 12 persen penyakit diare, 11 persen penyakit pada sistem otott dan jaringan, 9 persen penyakit tekanan darah tinggi, 9 persen penyakit lain pada saluran pernapasan bagian atas, 8 persen gastritis, 7 persen penyakit demam, 5 persen penyakit kulit alergi, 4 persen infeksi usus lain, dan 4 persen karies gigi.
Jumlah bayi dengan gizi buruk di Kabupaten Serdang Bedagai tahun 2008 sebanyak 95 jiwa, tahun 2009 sebanyak 85 jiwa, tahun 2010 sebanyak 65 jiwa, adapun tahun 2012 mengalami penurunan dibandingkan tahun 2011. Jumlah bayi gizi buruk tahun 2012 mencapai 87 jiwa atau turun 62,17 persen dibandingkan dengan tahun 2011. Hal ini menunjukkan gizi ibu hamil semakin meningkat di tahun 2012.
Persentase anak usia balita yang disusui selama 0 bulan adalah 2 persen, selama 1-5 bulan sebanyak 18 persen, selama 6-11 bulan sebanyak 17 persen, selama 12-17 bulan sebanyak 26 persen, selama 18-23 bulan sebanyak 16 persen dan balita yang disusui selama lebih dari 23 bulan sebanyak 21 persen. Hal ini menunjukkan bahwa program pemerintah dalam upaya pemberian asi eksklusif sudah tergolong lancar.
Angka harapan hidup di Kabupaten Serdang Bedagai meningkat dari tahun 2008 hingga 2012. Angka harapan hidup tahun 2008 mencapai 68,79 tahun. Angka harapan hidup tahun 2009 mencapai 68,89 tahun, tahun 2010 mencapai 68,98 tahun, tahun 2011 mencapai 69,08 tahun sedangkan tahun 2012 mencapai 69,18 tahun. Hal ini dapat dikatakan bahwa rata-rata tahun hidup yang masih akan dijalani oleh penduduk di Kabupaten Serdang Bedagai tahun 2012 adalah 69,18 tahun.
Sumber: Statistik Daerah Kabupaten Serdang Bedagai Tahun 2013
Kamis, 13 Februari 2014
Pendidikan di Kabupaten Serdang Bedagai Tahun 2012 / Education in Serdang Bedagai Regency 2012
Angka partisipasi sekolah (APS) digunakan untuk melihat banyaknya penduduk usia sekolah yang sudah memanfaatkan fasilitas pendidikan yang ada. Meningkatnya angka partisipasi sekolah berarti menunjukkan adanya keberhasilan di bidang pendidikan terutama yang berkaitan dengan upaya memperluas jangkauan pelayanan pendidikan. APS terbagi menjadi usia 7-12 tahun, 13-15 tahun, 16-18 tahun, dan 19-24 tahun. APS tahun 2012 mengalami sedikit peningkatan dibandingkan tahun 2011. APS tahun 2012 usia 7-12 tahun sebesar 99,74 atau naik 0,49 dari tahun 2011. APS tahun 2012 usia 13-15 tahun sebesar 89,73 atau naik 0,44 dari tahun 2011. APS tahun 2012 usia 16-18 tahun sebesar 55,01 atau naik sebesar 0,27 dari tahun 2011. Sedangkan APS tahun 2012 usia 19-24 tahun sebesar 5,83 atau naik sebesar 0,08 dari tahun 2011.
Angka Partisipasi Murni (APM) menunjukkan partisipasi sekolah anak yang bersekolah tepat waktu yang dibagi dalam tiga kelompok jenjang pendidikan yaitu SD (usia 7-12 tahun), SMP (usia 13-15 tahun), dan SMA (usia 16-18 tahun). APM-SD sebesar 88,07 persen, APM SMP/MTs sebesar 70,55 persen, sedangkan APM SMA/MA sebesar 73,11 persen. Angka Partisipasi Kasar (APK) diperoleh dengan membagi jumlah penduudk yang sedang bersekolah (atau jumlah siswa) tanpa memperhitungkan umur pada jenjang pendidikan tertentu dengan jumlah penduduk kelompok usia yang berkaitan dengan jenjang pendidikan tersebut.
Jumlah sekolah di Kabupaten Serdang Bedagai Tahun Ajaran 2011/2012 sebanyak 609 yang terdiri dari 459 bangunan SD, 83 SMP, 38 SMU, dan 29 SMK. Di tingkat SD, memiliki 5.290 guru yang terdiri dari 5.009 guru SD Negeri dan 281 guru SD swasta. Jumlah murid SD sebanyak 78.603 murid terdiri dari 73.864 murid SD Negeri dan 4.739 murid SD swasta. Di tingkat SMP ada 1.798 guru yang terdiri dari 1.146 guru SMP negeri dan 652 guru SMP swasta. Jumlah murid SMP sebanyak 23.866 yang terdiri dari 17.757 murid SMP negeri dan 6.109 murid SMP swasta.Di tingkat SMU, terdapat 608 guru yang terdiri dari 608 guru SMU negeri dan 335 guru SMU swasta. Jumlah murid SMU sebanyak 11.005 yang terdiri dari 7.908 murid SMU negeri dan 3.097 murid SMU swasta. Di tingkat SMK, terdapat 696 guru yang terdiri dari 237 guru SMK negeri dan 459 guru SMK swasta. Jumlah murid SMK sebanyak 8.599 dimana 3.019 murid SMK negeri dan 5.580 murid SMK swasta.
Rasio murid terhadap guru mencerminkan rasio jumlah murid yang dibimbing oleh 1 orang guru. Rasio jumlah murid terhadap guru terbanyak adalah SD swasta yakni 17, sehingga dapat dikatakan bahwa jumlah guru SD swasta masih banyak dibutuhkan di Kabupaten Serdang Bedagai. Adapun SMP swasta dan SMU swasta memiliki rasio murid terhadap guru terendah yaitu 9, dimana 9 murid dibimbing oleh 1 orang guru.
Angka melek huruf (AMH) adalah persentase penduduk usia 15 tahun ke atas yang bisa membaca dan menulis serta mengerti sebuah kalimat sederhana dalam kehidupan sehari-hari. AMH digunakan untuk mengukur keberhasilan program-program pemberantasan buta huruf, menunjukkan kemampuan penduduk di suatu wilayah dalam menyerap informasi dari berbagai media dan menunjukkan kemampuan untuk berkomunikasi secara lisan dan tertulis.
Angka melek huruf Kabupaten Serdang Bedagai dari tahun 2008 hingga 2012 terus mengalami kenaikan. Angka melek huruf tahun 2008 sebesar 97,39 persen kemudian meningkat di tahun 2009 menjadi 97,44 persen. Angka Melek huruf tahun 2010 meningkat lagi menjadi 97,7 persen, di tahun 2011 sebesar 97,80 persen dan tahun 2012 sebesar 97,81 persen. Angka melek huruf sebesar 97,81 persen dapat diartikan bahwa 97,81 persen penduduk usia 15 tahun ke atas di Kabupaten Serdang Bedagai sudah bisa membaca dan menulis.
Rata-rata lama sekolah di Kabupaten Serdang Bedagai dari tahun 2008 hingga 2012 meningkat. Rata-rata lama sekolah tahun 2008 mencapai 8,6 tahun dan terus meningkat tahun 2009 sebesar 8,63 tahun, tahun 2010 sebesar 8,64 tahun, tahun 2011 mencapai 8,65 tahun dan tahun 2012 mencapai 8,67 tahun. Hal ini dapat dikatakan bahwa penduduk di Kabupaten Serdang Bedagai rata-rata lama sekolah hingga SMP kelas II atau III.
School Enrollment Rate (SER) is used to notice how many individuals of school-age population that intensify and utilize provided school facility. Increasing School Enrollment Rate implies that there is an evolving progress in education programs, particulary ones that pertain extensive accessibility of education service. SER is classified into each of respective cohorts, those are 7-12 years old, 13-15 years old, 16-18 years old, and 19-24 years old. SER in 2012 encountered slight increase compared to previous year. SER in 2012 for 7-12 year old was about 99,74 or increased 0,49 from 2011. SER in 2012 for 13-15 years old was 89,73 or increased 0,44 from 2011. SER in 2012 for 16-18 years old was 55,01 or increases 0,27 from 2011. And SER in 2012 for 19-24 years old was 5,83 atau increased 0,08 from 2011.
Net Enrollment Rate (NER) summarized participation of school children related to their timely age, it was divided into three education level categories, elementary school (7-12 years old), junior high school (13-15 years old), and high school (16-18 years old). NER of elementary school is 88,07 percent, NER of general and Islamic junior high school was 70,55 percent, and NER of general and Islamic high school was 73,11 percent. Gross Enrollment Rate (GER) was calculated by dividing on-school population (or population of students) without taking age of particular level of education into account by its respective level of education.
The number of school in Serdang Bedagai Regency at 2011/2012 School Year was 609, consisted of 459 elementary school buildings, 83 junior high school buildings, 38 high school buildings, dan 29 vocational school buildings. In elementary school level, there were 5.290 teachers, consisted of 5.009 public school teachers and 281 private school teachers. Elementary school students were about 78.603, consisted of 73.864 public school students and 4.739 private school students. In junior high school level, there were1.798 teachers, consisted of 1.146 public school teachers and 652 private school teachers. Junior high school students were about 23.866, consisted of 17.757 public school students and 6.109 private school students. In high school level, there were 608 teachers, consisted of 608 public school teachers and 338 private school teachers. High school students were about 11.005, consisted of 7.908 public school students and 3.097 private school students. In vocational school level, there were 696 teachers, consisted of 237 public school teachers and 459 private school teachers. Vocational school students were about 8.599, consisted of 3.019 public school students and 5.580 private school students.
Student–teacher ratio is the number of students who attend a school or university divided by the number of teachers in the institution, it implies a ratio of number of students that is conducted by a teacher. Highest student-teacher ratio was at private elementary school, it’s about 17. This indicates that Serdang Bedagai Regency requires more private elementary teacher. Private junior high school and high school had lowest student-teacher ratio, student-teacher ratio was about 9, it means 9 students were conducted by a teacher.
Literacy rate is a percentage of 15 year-old and over population than can read and write by means of understanding simple sentence in daily activities. Literacy rate is used to measure the attainment of illiteratcy eradication program, implying capability of related society in absorbing information from media and communicating either literally or orally.
Literacy rate of Serdang Bedagai Regency from 2008 to 2012 gradually had increased. Literacy rate in 2008 was 97,39 percent, then gradually escalated to 97,44 percent in following year. Literacy rate of increased again to 97,7 percent in 2011 and 97,81 percent in 2012. Literacy rate at 97,81 percent means that 97,81 percent from the whole 15 year-old and over population can duly read and write.
Average years of schooling in Serdang Bedagai Regency from 2008 to 2012 increased. Average years of schooling in 2008 reached 8,6 years and gradually increased to 8,63 years in 2009, 8,64 years in 2010, 8,65 years in 2011, and 8,67 years in 2012. This implies that education level of Serdang Bedagai Regency population is ordinarily at 2nd or 3rd grade in junior high school.
Sumber:Buku Publikasi Statistik Daerah Kabupaten Serdang Bedagai Tahun 2013
Source: Publication Book Regional Statistics of Serdang Bedagai Regency 2013
Angka Partisipasi Murni (APM) menunjukkan partisipasi sekolah anak yang bersekolah tepat waktu yang dibagi dalam tiga kelompok jenjang pendidikan yaitu SD (usia 7-12 tahun), SMP (usia 13-15 tahun), dan SMA (usia 16-18 tahun). APM-SD sebesar 88,07 persen, APM SMP/MTs sebesar 70,55 persen, sedangkan APM SMA/MA sebesar 73,11 persen. Angka Partisipasi Kasar (APK) diperoleh dengan membagi jumlah penduudk yang sedang bersekolah (atau jumlah siswa) tanpa memperhitungkan umur pada jenjang pendidikan tertentu dengan jumlah penduduk kelompok usia yang berkaitan dengan jenjang pendidikan tersebut.
Jumlah sekolah di Kabupaten Serdang Bedagai Tahun Ajaran 2011/2012 sebanyak 609 yang terdiri dari 459 bangunan SD, 83 SMP, 38 SMU, dan 29 SMK. Di tingkat SD, memiliki 5.290 guru yang terdiri dari 5.009 guru SD Negeri dan 281 guru SD swasta. Jumlah murid SD sebanyak 78.603 murid terdiri dari 73.864 murid SD Negeri dan 4.739 murid SD swasta. Di tingkat SMP ada 1.798 guru yang terdiri dari 1.146 guru SMP negeri dan 652 guru SMP swasta. Jumlah murid SMP sebanyak 23.866 yang terdiri dari 17.757 murid SMP negeri dan 6.109 murid SMP swasta.Di tingkat SMU, terdapat 608 guru yang terdiri dari 608 guru SMU negeri dan 335 guru SMU swasta. Jumlah murid SMU sebanyak 11.005 yang terdiri dari 7.908 murid SMU negeri dan 3.097 murid SMU swasta. Di tingkat SMK, terdapat 696 guru yang terdiri dari 237 guru SMK negeri dan 459 guru SMK swasta. Jumlah murid SMK sebanyak 8.599 dimana 3.019 murid SMK negeri dan 5.580 murid SMK swasta.
Rasio murid terhadap guru mencerminkan rasio jumlah murid yang dibimbing oleh 1 orang guru. Rasio jumlah murid terhadap guru terbanyak adalah SD swasta yakni 17, sehingga dapat dikatakan bahwa jumlah guru SD swasta masih banyak dibutuhkan di Kabupaten Serdang Bedagai. Adapun SMP swasta dan SMU swasta memiliki rasio murid terhadap guru terendah yaitu 9, dimana 9 murid dibimbing oleh 1 orang guru.
Angka melek huruf (AMH) adalah persentase penduduk usia 15 tahun ke atas yang bisa membaca dan menulis serta mengerti sebuah kalimat sederhana dalam kehidupan sehari-hari. AMH digunakan untuk mengukur keberhasilan program-program pemberantasan buta huruf, menunjukkan kemampuan penduduk di suatu wilayah dalam menyerap informasi dari berbagai media dan menunjukkan kemampuan untuk berkomunikasi secara lisan dan tertulis.
Angka melek huruf Kabupaten Serdang Bedagai dari tahun 2008 hingga 2012 terus mengalami kenaikan. Angka melek huruf tahun 2008 sebesar 97,39 persen kemudian meningkat di tahun 2009 menjadi 97,44 persen. Angka Melek huruf tahun 2010 meningkat lagi menjadi 97,7 persen, di tahun 2011 sebesar 97,80 persen dan tahun 2012 sebesar 97,81 persen. Angka melek huruf sebesar 97,81 persen dapat diartikan bahwa 97,81 persen penduduk usia 15 tahun ke atas di Kabupaten Serdang Bedagai sudah bisa membaca dan menulis.
Rata-rata lama sekolah di Kabupaten Serdang Bedagai dari tahun 2008 hingga 2012 meningkat. Rata-rata lama sekolah tahun 2008 mencapai 8,6 tahun dan terus meningkat tahun 2009 sebesar 8,63 tahun, tahun 2010 sebesar 8,64 tahun, tahun 2011 mencapai 8,65 tahun dan tahun 2012 mencapai 8,67 tahun. Hal ini dapat dikatakan bahwa penduduk di Kabupaten Serdang Bedagai rata-rata lama sekolah hingga SMP kelas II atau III.
School Enrollment Rate (SER) is used to notice how many individuals of school-age population that intensify and utilize provided school facility. Increasing School Enrollment Rate implies that there is an evolving progress in education programs, particulary ones that pertain extensive accessibility of education service. SER is classified into each of respective cohorts, those are 7-12 years old, 13-15 years old, 16-18 years old, and 19-24 years old. SER in 2012 encountered slight increase compared to previous year. SER in 2012 for 7-12 year old was about 99,74 or increased 0,49 from 2011. SER in 2012 for 13-15 years old was 89,73 or increased 0,44 from 2011. SER in 2012 for 16-18 years old was 55,01 or increases 0,27 from 2011. And SER in 2012 for 19-24 years old was 5,83 atau increased 0,08 from 2011.
Net Enrollment Rate (NER) summarized participation of school children related to their timely age, it was divided into three education level categories, elementary school (7-12 years old), junior high school (13-15 years old), and high school (16-18 years old). NER of elementary school is 88,07 percent, NER of general and Islamic junior high school was 70,55 percent, and NER of general and Islamic high school was 73,11 percent. Gross Enrollment Rate (GER) was calculated by dividing on-school population (or population of students) without taking age of particular level of education into account by its respective level of education.
The number of school in Serdang Bedagai Regency at 2011/2012 School Year was 609, consisted of 459 elementary school buildings, 83 junior high school buildings, 38 high school buildings, dan 29 vocational school buildings. In elementary school level, there were 5.290 teachers, consisted of 5.009 public school teachers and 281 private school teachers. Elementary school students were about 78.603, consisted of 73.864 public school students and 4.739 private school students. In junior high school level, there were1.798 teachers, consisted of 1.146 public school teachers and 652 private school teachers. Junior high school students were about 23.866, consisted of 17.757 public school students and 6.109 private school students. In high school level, there were 608 teachers, consisted of 608 public school teachers and 338 private school teachers. High school students were about 11.005, consisted of 7.908 public school students and 3.097 private school students. In vocational school level, there were 696 teachers, consisted of 237 public school teachers and 459 private school teachers. Vocational school students were about 8.599, consisted of 3.019 public school students and 5.580 private school students.
Student–teacher ratio is the number of students who attend a school or university divided by the number of teachers in the institution, it implies a ratio of number of students that is conducted by a teacher. Highest student-teacher ratio was at private elementary school, it’s about 17. This indicates that Serdang Bedagai Regency requires more private elementary teacher. Private junior high school and high school had lowest student-teacher ratio, student-teacher ratio was about 9, it means 9 students were conducted by a teacher.
Literacy rate is a percentage of 15 year-old and over population than can read and write by means of understanding simple sentence in daily activities. Literacy rate is used to measure the attainment of illiteratcy eradication program, implying capability of related society in absorbing information from media and communicating either literally or orally.
Literacy rate of Serdang Bedagai Regency from 2008 to 2012 gradually had increased. Literacy rate in 2008 was 97,39 percent, then gradually escalated to 97,44 percent in following year. Literacy rate of increased again to 97,7 percent in 2011 and 97,81 percent in 2012. Literacy rate at 97,81 percent means that 97,81 percent from the whole 15 year-old and over population can duly read and write.
Average years of schooling in Serdang Bedagai Regency from 2008 to 2012 increased. Average years of schooling in 2008 reached 8,6 years and gradually increased to 8,63 years in 2009, 8,64 years in 2010, 8,65 years in 2011, and 8,67 years in 2012. This implies that education level of Serdang Bedagai Regency population is ordinarily at 2nd or 3rd grade in junior high school.
Sumber:Buku Publikasi Statistik Daerah Kabupaten Serdang Bedagai Tahun 2013
Source: Publication Book Regional Statistics of Serdang Bedagai Regency 2013
Langganan:
Postingan (Atom)